Sabtu, 19 Maret 2016

HAK AZASI MANUSIA (HAM)

HAK AZASI MANUSIA (HAM)


Pengertian Hak Azasi Manusia (HAM)

UU No. 39 Tahun 1999
Menurut Undang-Undang Nomor 39 tahun 1999, HAM adalah seperangkat hak yang melekat pada hakikat keberadaan manusia sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa. Hak itu merupakan anugerah-Nya yang wajib dihormati, dijunjung tinggi, dan dilindungi oleh Negara, hukum, pemerintah, dan setiap orang demi kehormatan serta perlindungan harkat dan martabat manusia
.
BERITA ONLINE

Wacana Hukuman Mati Pembunuh Angeline


Kasus pembunuhan bocah delapan tahun, Angeline, menjadi perhatian banyak pihak. Bahkan, muncul wacana untuk mengganjar pelaku pembunuhan dengan hukuman mati. 

Anggota Komisi Nasional Hak Asasi Manusia Natalius Pigai menyebut terlalu dini untuk meneriakkan hukuman mati terhadap pelaku pembunuhan bocah mungil itu. Proses yang akan ditempuh untuk mengungkap dalang dari tindakan keji ini masih cukup jauh.
"Hukuman mati itu masih seandainya, itu nanti. Prosesnya masih panjang. Aktor yang sesungguhnya perlu diungkap. Kesedihan yang ditampilkan dari keluarga itu juga apakah itu benar seperti itu atau hanya untuk menutupi," kata Natalius Pigai saat berbincang dengan Metrotvnews.com, Jakarta, Kamis (11/6/2015)

Natalius meminta pihak berwajib mencari tahu secara serius dalang di balik tindakan ini. Polisi memang telah menetapkan Agus, seorang asisten rumah tangga di Kediaman orangtua angkat Angeline sebagai tersangka.

Namun, Natalius meminta pihak berwajib mendalami motif tindakan yang dilakukan Agus. Tak hanya itu, keterangan yang disampaikan Agus pun harus diperhatikan secara teliti kebenarannya.

"Dia (tersangka) melakukan itu karena spontanitas, karena emosi atau apa. Harus dianalisis lebih dalam, dicari lagi apakah betul dia menyampaikan keterangan secara jujur dan polos menyampaikan kebenaran, atau apakah ada sesuatu di balik itu," tutur Natalius.

Sebelumnya, Ketua Komnas Perlindungan Anak Arist Merdeka Sirait menduga Angeline merupakan korban pembunuhan yang dilakukan secara bersengkongkol. Tidak mungkin hanya Agus Tai Andamai yang menjadi pelaku berikut tersangka pembunuhan keji bocah delapan tahun tersebut.

"Saya yakin kasus ini adalah sebuah persengkongkolan jahat," tegas Arist Merdeka Sirait di lokasi prarekonstruksi pembunuhan Angeline di Jalan Sedap Malam 26 Denpasar, Bali, Kamis (11/6/2015). Tempat prarekonstruksi merupakan rumah ibu angkat Angeline, Margaret.

Arist menduga Margaret terlibat dalam persengkongkolan tersebut. Dia mendesak harus mampu mengungkap kasus tersebut secara tuntas. "Artinya, ketika Margaret dilepas karena belum ada alat bukti. Dia dapat dipanggil kembali karena masih dalam proses penyelidikan," tegas Arist.

KOMENTAR SAYA :

Bagaimana seharusnya anak yang di bawah umur tidak di rawat oleh orang yang punya kelianan penyakit, walaupun itu saudara atau teman dekat, anak yang di bawah umur memang seharusnya orang tua kandung yang harus merawatnya sampai dia mengerti apa yang ada di sekitar anak tersebut,
jadi jangan lah sekali sekali untuk menitibkan anak kita sendiri.

Tidak seperti Angeline tidak seharusnya dia mendapat perlakuan seperti itu, sampi sampi dia bisa terbunuh sangat miris sekali nasib anak tersebut, itu karena orang tunya yang meninggalkannya dan menitib kan kebada wanita yang punya kelianan jiwa tersebut, alngkah baiknya kepada semua masyarakat agar anak kita tetap ada di pangkuan ibu kandungnya.

“Saya sangat kasian kalau ada anak yang di bawah umur terlihat dengan mata kepala saya sendiri di perlakukan layaknya orang yang jadi pesuruh”

REFERENSI :



http://news.metrotvnews.com/read/2015/06/12/135731/wacana-hukuman-mati-pembunuh-angeline-komnas-ham-ungkap-dulu-pelaku-sesungguhnya

HAK DAN KEWAJIBAN

HAK DAN KEWAJIBAN


1)    PENGERTIAN HAK

Hak adalah segala sesuatu yang harus di dapatkan oleh setiap orang yang telah ada sejak lahir bahkan sebelum lahir. Di dalam Kamus Bahasa Indonesia hak memiliki pengertian tentang sesuatu hal yang benar, milik, kepunyaan, kewenangan, kekuasaan untuk berbuat sesuatu (karena telah ditentukan oleh undang-undang, aturan, dsb), kekuasaan yang benar atas sesuatu atau untuk menuntut sesuatu, derajat atau martabat. Sedangkan kewajiban adalah sesuatu yang wajib dilaksanakan, keharusan (sesuatu hal yang harus dilaksanakan). Di dalam perjalanan sejarah, tema hak relatif lebih muda usianya dibandingkan dengan tema kewajiban, walaupun sebelumnya telah lahir . Tema hak baru “lahir” secara formal pada tahun 1948 melalui Deklarasi HAM PBB, sedangkan tema kewajiban (bersifat umum) telah lebih dahulu lahir melalui ajaran agama di mana manusia berkewajiban menyembah Tuhan, dan berbuat baik terhadap sesama.

2)   PENGERTIAN KEWAJIBAN

Kewajiban adalah segala sesuatu yang harus dilakukan/dilaksanakan oleh masing-masing individu sehingga bisa mendapatkan haknya secara layak. Suatu kewajiban dapat dikatakan sebagai hutang yang harus dilunasi untuk memperoleh apa yang harus seseorang miliki.

Menurut Prof. Dr. Notonagoro, wajib adalah beban untuk memberikan sesuatu yang semestinya dibiarkan atau diberikan semata-mata (ansih) oleh pihak tertentu tidak dapat oleh pihak lain manapun yang pada prinsipnya dapat dituntut secara paksa oleh yang berkepntingan.

Kewajiban merupakan sesuatu yang harus dilakukan dengan penuh rasa tanggung jawab. Contohnya yaitu : mentaati peraturaturan lalu lintas, melaksanakan tata tertib di sekolah, membayar biaya pendidikan sesuai ketentuan, sebagai pelajar harus rajin belajar, melaksanakan tugas yang diberikan bapak/ibu guru dengan sebaik-baiknya, dan masih banyak lagi.

HAK DAN KEWAJIBAN DALAM UUD 1945

Hak dan Kewajiban merupakan sesuatu yang tidak dapat dipisahkan, akan tetapi terjadi pertentangan karena hak dan kewajiban tidak seimbang. Bahwa setiap warga negara memiliki hak dan kewajiban untuk mendapatkan penghidupan yang layak, tetapi pada kenyataannya banyak warga negara yang belum merasakan kesejahteraan dalam menjalani kehidupannya. Semua itu terjadi karena pemerintah dan para pejabat tinggi lebih banyak mendahulukan hak daripada kewajiban. Padahal menjadi seorang pejabat itu tidak cukup hanya memiliki pangkat akan tetapi mereka berkewajiban untuk memikirkan diri sendiri. Jika keadaannya seperti ini, maka tidak ada keseimbangan antara hak dan kewajiban. Jika keseimbangan itu tidak ada akan terjadi kesenjangan sosial yang berkepanjangan.

Untuk mencapai keseimbangan antara hak dan kewajiban, yaitu dengan cara mengetahui posisi diri kita sendiri. Sebagai seorang warga negara harus tahu hak dan kewajibannya. Seorang pejabat atau pemerintah pun harus tahu akan hak dan kewajibannya. Seperti yang sudah tercantum dalam hukum dan aturan-aturan yang berlaku. Jika hak dan kewajiban seimbang dan terpenuhi, maka kehidupan masyarakat akan aman sejahtera. Hak dan kewajiban di Indonesia ini tidak akan pernah seimbang. Apabila masyarakat tidak bergerak untuk merubahnya. Karena para pejabat tidak akan pernah merubahnya, walaupun rakyat banyak menderita karena hal ini. Mereka lebih memikirkan bagaimana mendapatkan materi daripada memikirkan rakyat, sampai saat ini masih banyak rakyat yang belum mendapatkan haknya. Oleh karena itu, kita sebagai warga negara yang berdemokrasi harus bangun dari mimpi kita yang buruk ini dan merubahnya untuk mendapatkan hak-hak dan tak lupa melaksanakan kewajiban kita sebagai rakyat Indonesia.

Sebagaimana telah ditetapkan dalam UUD 1945 pada pasal 28, yang menetapkan bahwa hak warga negara dan penduduk untuk berserikat dan berkumpul, mengeluarkan pikiran dengan lisan maupun tulisan, dan sebagainya, syarat-syarat akan diatur dalam undang-undang. Pasal ini mencerminkan bahwa negara Indonesia bersifat demokrasi. Pada para pejabat dan pemerintah untuk bersiap-siap hidup setara dengan kita. Harus menjunjung bangsa Indonesia ini kepada kehidupan yang lebih baik dan maju. Yaitu dengan menjalankan hak-hak dan kewajiban dengan seimbang. Dengan memperhatikan rakyat-rakyat kecil yang selama ini kurang mendapat kepedulian dan tidak mendapatkan hak-haknya.

BERITA ONLINE

JAKRTA BANJIR, 45 TON SAMPAH DIANGKAT DARI KALI CILIWUNG

Barang-barang yang terbawa air dari Bogor membuat kali Ciliwung tepatnya yang berada di kawasan Rawajati, Pancoran, Jakarta Selatan, ditutupi sampah. Diketahui, hujan yang terjadi di kawasan Puncak membuat bendungan Katulampa siaga satu dan membuat sejumlah kawasan di Jakarta banjir.
Selasa, 8 Maret 2016 di lokasi banjir tersebut, terlihat petugas terus melakukan pengangkutan sampah di sana. Sampah masih tersangkut dikarenakan pembongkaran jembatan Rawajati yang dikerjakan sejak Minggu 6 Maret 2016 lalu, hingga hari ini belum rampung.
Terlihat sampah-sampah yang mengapung ditengah-tengah jembatan didominasi oleh sampah berupa kayu, batang bambu, dan juga akar pohon. Selain sampah tersebut, terlihat pula banyak sampah seperti sepatu, sandal,  kasur, bola, mainan dan bahkan kerupuk yang masih rapi tersegel plastik.
Sudah lima truk berwarna oranye digunakan untuk mengangkut sampah tersebut.
"Sejak pagi sudah 5 truk yang digunakan untuk angkut sampah dari sini (jembatan Rawajati). Kira-kira 1 truk itu sampai 7-9 ton sampahnya," kata Pengawas UPK Badan Air Jakarta Timur, Deny Setiawan, di lokasi.
Deny menjelaskan, jika 5 truk dikalikan 9 ton, sudah 45 ton sampah yang diangkut dari kali tersebut. Rencananya, sampah akan dibawa ke TPS Bantar Gebang, Bekasi, Jawa Barat.
"Kesulitan tidak ada, walau air tinggi karena kita angkutnya pakai alat berat (sampah)," kata dia.
Dia juga menjelaskan bahwa sejauh ini, belum ditemukan adanya sampah berupa bangkai hewan, maupun barang berharga seperti cincin atau kalung, yang ikut terbawa arus dari Bogor. Pasalnya, beberapa waktu lalu, saat tumpukan sampah juga pernah menumpuk di sana akibat hal yang sama, sempat ditemukan banyak sampah bangkai binatang seperti kambing dan kucing.
"Belum ada, masih sampah kali biasa ya, seperti bambu, kayu, bungkus makanan dan gabus. Sementara ini belum ada (barang berharga hanyut). Kalau ada, kita akan koordinasi dengan pihak berwajib," kata dia.

KOMENTAR SAYA :

Saya sangat prihatin tentang banjir di ibu kota ini DKI Jakarta tepatnya, ada banjir pasti ada hubungannya tentang sampah yang di buat sendiri oleh masyarakat banyak yang mengelu banjir tidak berhenti benhenti lah setiap hujan pasti banjir lah, kalo sudah banjir pasti yang di atas yang di salahkan atau lebih tepatnya seperti Presiden RI dan Gubernur kita.
Banyak yang meminta janji janji yang di atas “mana janji katanya kalau jadi pemimpin bisa mengatasi banjir, atasi sampah agar ga ada banjir” berkomentar seperti itu, bagi saya itu bisa lah di jadikan acuan agar tidak terjadi banjir, tapi kenapa harus yang dia atas yang di bicarakan, Presiden itu tidak kerja sendiri harus ada kerja samanya dari kita juga.
Seperti buang sampah, masyarakat hanya bisa mengeluh kepada yang di atas, tapi apa yang kalian buat, masih banyak yang orang atau masyarakat yang masih buang sampah sembarangan mau di jalan, di selokan adapun masih buang di kali seperti kali ciliwung. Kali yang menghubungkan jakarta bogor ini tidak lekat oleh penuhnya sampah yang menghasilkan banjir.
“Jadi inti dari komentar dari saya semoga masyarakat bisa di ajak kerjasamanya tentang sampah agar tidak terjadi kebanjiran yang tidak kita inginkan”.   
REFERENSI :



Jumat, 08 Januari 2016

TUGAS SOFTSKILL KE-4 (T4_30114293)

TUGAS MINGGU KE-4 SOFTSKILL
 SISTEM INFORMASI MANAJEMEN 1
Nama              :  Aditya Dwi Nugraha
NPM               :  301142913
Kelas               :  2DB01

1. Sebutkan dan jelaskan properti sistem yang memberikan keamanan untuk sebuah sistem !

Jawab : 

Properti Sistem Yang Memberikan Keamanan. Sebuah sistem harus mempunyai tiga property (sifat), yaitu :

· Integritas, system akan mempunyai integritas bila ia berjalan menurut spesifikasinya. Perancang system berusaha untuk mengembangkan system yang mempunyai integritas fungsional, yaitu kemampuan untuk melanjutkan operasi, apabila salah satu atau lebih dari komponennya tidak berjalan.

· Audibilitas, ia akan bersifat audible jika ia memiliki visibilitas dan accountability (daya perhitungan). Bila system memiliki audibilitas maka mudah bagi seseorang untuk memeriksa, memverifikasi atau menunjukkan penampilannya.

· Daya kontrol, daya kontrol memungkinan manajer untuk menangani pengerahan atau penghambatan pengaruh terhadap system. Teknik yang efektif untuk mendapatkan daya kontrol system ini adalah dengan membagi system menjadi subsistem yang menangani transaksi secara terpisah.



2. Komputer yang ada dalam jaringan memberikan peluang resiko keamanan yang lebih besar daripada komputer yang ada didalam suatu ruangan, sebut dan jelaskan area kontrol untuk komunikasi data !
Jawab : 

Komunikasi Data (Data Communication)

Komputer yang ada dalam jaringan memberikan peluang risiko keamanan yang lebih besar dari pada komputer yang ada di dalam suatu ruangan. Area kontrol ini terdiri dari :


- Kontrol pengiriman pesan
- Kontrol saluran (channel) komunikasi
- Kontrol penerimaan pesan
- Rencana pengamanan datacom secara menyeluruh



3. Prototype dapat memberikan ide bagi pembuat dan pemakai potensial tentang cara sistem
berfungsi dalam bentuk lengkapnya, proses akan menghasilkan prototype (prototyping),
sebutkan dan jelaskan jenis – jenis prototype !

Jawab : 
Prototype jenis 1 Mengidentifikasi kebutuhan pemakai. Mengembangkan prototipe. Menentukan apakah prototipe dapat diterima. Menggunakan prototype.
Prototipe jenis 2 merupakan suatu model yang dapat dibuang yang berfungsi sebagai alat cetak biru bagi sistem operasional. Pendekatan ini dilakukan jika prototipe tersebut hanya dimaksudkan untuk tampilan seperti sistem operasional dan tidak dimaksudkan untuk memuat semua elemen penting.

Jenis – jenis Prototype :

1. Jenis I , akan menjadi sistem opersional.
Langkah – langkahnya :
-Mengidentifikasi kebutuhan user.
-Mengembangkan prototype.
-Menentukan apakah prototype dapat diterima.
-Menggunakan prototype.


2. Jenis II , langkah – langkahnya :
-Mengadakan sistem operasional.
-Menguji sistem operasional.
-Menentukan jika sistem operasional dapat diterima.
-Menggunakan sistem operasional.



4. Sebutkan dan jelaskan sumber daya informasi perusahaan !
Jawab :

SUMBER DAYA INFORMASI PERUSAHAAN

Macam- macam Sumber Daya Informasi :


1. HARDWARE (PERANGKAT KERAS).
Hardware merupakan element dari sistem computer. Merupakan perangkat yang dapat lihat dan dapat sentuh secara fisik, seperti perangkat masukan, perangkat pemroses, maupun perangkat keluaran.


2. SOFTWARE (PERANGKAT LUNAK).
Merupakan sekumpulan perintah yang dijalankan (atau dieskusi) oleh komputer. Program komputer ini terdiri dari susunan logika untuk menjalankan suatu pekerjaan tertentu di komputer. Melibatkan berbagai komponen dalam computer, seperti system operasi, program, dan data yang disimpan atau dibaca. Logika yang ada dalam perangkat lunak tersebut disusun sedemikian rupa sehingga computer dapat memahami dan menjalankan instruksi yang terkandung didalamnya.


3. SPESIALIS INFORMASI.
Spesialisasi informasi (information specialist) untuk mengambarkan pegawai perusahaan yang sepenuh waktu bertanggung jawab mengembangkan dan memelihara system berbasis komputer.


4. PEMAKAI (MANUSIA).
End user sinonim dengan pemakai, ia menggunakan produk akhir suatu sistem berbasis komputer. Jadi, end-user computing (EUC) adalah pengembangan seluruh atau sebagian sistem berbasis komputer oleh para pemakai.


5. FASILITAS (MESIN).
Fasilitas merupakan sumber daya untuk menyimpan dan mendukung sisem informasi, contohnya teknologi informasi. Dengan menggunakan fasilitas yang ada untuk menyimpan dan mendukung sumber daya tersebut.


6. DATABASE.
Basis data (database) adalah kumpulan dari berbagai data yang saling berhubungan satu dengan yang lainnya. Basis data tersimpan di perangkat keras, serta dimanipulasi dengan menggunakan perangkat lunak. Pendefinisian basis data meliputi spesifikasi dari tipe data, struktur dan batasan dari data atau informasi yang akan disimpan. Database merupakan salah satu komponen yang penting dalam sistem informasi, karena merupakan basis dalam menyediakan informasi pada para pengguna atau user.


7. INFORMASI
Informasi adalah data yang diolah menjadi bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi yang menerimanya. Data adalah kenyataan yang menggambarkan suatu kejadian-kejadian dan kesatuan yang nyata. Atau data adalah representasi dunia nyata yang mewakili suatu objek seperti manusia (pegawai, mahasiswa, pelanggan), hewan, peristiwa, konsep, keadaan, dll, yang direkam dalam bentuk angka, huruf, symbol, teks, gambar, bunyi atau kombinasinya.








5. Sebutkan dan jelaskan 6 tahap dasar untuk mencapai manajemen mutu !
Jawab :
1.      Mengidentifikasikan Pelanggan Sistem Informasi
a.       Komite Pengarah SIM
b.      Menerapan Sistem Formal
2.      Mendefinisikan kebutuhan kualitas Pelanggan
a.       Dimensi kualitas produk
b.      Dimensi kualitas Jasa
3.      Menetapkan Metrik Kualitas
a.       Kualitas Produk Informasi
b.      Kualitas Jasa Informasi
4.    Mendefinisikan Strategi Kualitas SI
1.   Penerimaan dan pelatihan
2.   Pengembangan Sistem berorientasi pemakai
a.    Analisa Pasar
b.   Analisa Penerimaan Produk
c.    Analisa Tugas
d.   Pengujian Protitype
e.    Pengujian Sistem Operasional
5.    Menetapkan Program-program kualitas SI
a.       Penerapannya berbeda bagi tiap perusahaan
6.  Memantau kinerja Kualitas SI
a.       Memantau kinerja pada spesialis Informasi dan Unit SI


sumber:

Minggu, 03 Januari 2016

TUGAS JURNAL PENULISAN ILMIAH



RANCANG BANGUN APLIKASI E-LEARNING

Aditya Dwi Nugraha
30114293
Menejement Informatika, Fakultas Ilmu Komputer
Sistem Informasi Menejemen 1

ABSTRAK
Proses belajar mengajar saat ini, tidak hanya mengandalkan perkuliahan yang diselenggarakan di kelas tetap juga menggunakan media yang lain. . Media ICT dapat digunakan sebagai salah satu bentuk penyebaran materi perkuliahan. E-Learning sangat potensial untuk membuat proses belajar lebih efektif sebab peluang mahasiswa untuk berinteraksi dengan guru, teman, maupun bahan belajarnya terbuka lebih luas. Mahasiswa dapat mengakses bahan kuliah melalui media Internet. Manfaat lain dengan adanya E-Learning adalah adanya forum yang dapat dipakai sebagai sarana diskusi antara mahasiswa dengan dosen.

PENDAHULUAN
Seiring dengan perkembangan TeknologiInformasi (TI) yang semakin pesat, kebutuhan akan suatu konsep dan mekanisme belajar mengajar(pendidikan) berbasis TI menjadi tidak terelakkanlagi. Konsep yang kemudian terkenal dengan sebutan e-Learning ini membawa pengaruh terjadinya proses transformasi pendidikan konvensional ke dalam bentuk digital, baik secara isi (contents) dan sistemnya. Saat ini konsep e-Learning sudah banyak diterima oleh masyarakat dunia, terbukti dengan maraknya implementasi e-Learning di lembaga pendidikan (sekolah, training dan universitas) maupun industri (Cisco System, IBM, HP, Oracle, dsb). Elektronik atau belajar dengan bantuan komputer sudah ada sejak 1970. Dengan menggunakan monitor layar hijau melalui sebuah komputer mainframe berkecepatan rendah, tetapi apakah metode tersebut dapat dikatakan sebagai e-Learning. Tentu saja hal tersebut bukan merupakan jawaban yang tepat mengenai e-Learning. Tanpa definisi yang jelas mengenai e-Learning, sangatlah sulit memutuskan benar atau tidak untuk disebut sebagai e-Learning.

LANDASAN TEORI
Pengertian E-Learning
Di dunia pendidikan dan pelatihan sekarang, banyak sekali praktik yang disebut E-Learning. Sampai saat ini pemakaian kata E-Learning sering digunakan untuk menyatakan semua kegiatan pendidikan yang menggunakan media komputer dan Internet. Banyak pula terminologi lain yang mempunyai arti hampir sama dengan E-Learning, diantaranya : Web based training, online learning, computer-based training/ learning, distance learning, computer-aided instruction, dan lainnya. Terminologi E-Learning sendiri dapat mengacu pada semua kegiatan pelatihan yang menggunakan media elektronik atau teknologi informasi (Effendi dan Zhuang, 2005). Karena ada bermacam penggunaan Elearning saat ini, maka ada pembagian atau pembedaan E-Learning. Pada dasarnya, E-Learning mempunyai dua tipe, adalah synchronous dan asynchronous (Hadiana dan Djaelani, 2003).

1. Synchronous Training
Synchronous berarti “pada waktu yang sama”. Jadi, synchronous training adalah tipe pelatihan dimana proses pembelajaran terjadi pada saat yang sama ketika pengajar sedang mengajar dan murid sedang belajar. Hal tersebut memungkinkan interaksi langsung antara pengajar dan murid, baik melalui Internet maupun Intranet. Pelatihan E-Learning synchronous lebih banyak adalah digunakan seminar atau konferensi yang sering pula dinamakan web conference atau webinar (web seminar) dan sering digunakan di kelas atau kuliah universitas online. Synchronous training mengharuskan guru dan semua murid mengakses Internet secara bersamaan. Jurnal Teknologi, 54 Vol. 1, No. 1, 2008: 53-57
Pengajar memberikan makalah dengan slide presentasi melalui hubungan Internet. Murid dapat mengajukan pertanyaan atau komentar melalui chat window. Jadi, synchronous training sifatnya mirip pelatihan di ruang kelas. Namun, kelasnya bersifat maya (virtual) dan peserta tersebar di seluruh dunia dan terhubung melaui Internet. Oleh karena itu, synchronous training sering juga dinamakan virtual classroom.

2. Asynchronous Training
Asynchronous berarti “tidak pada waktu yang bersamaan”. Jadi seseorang dapat mengambil
pelatihan pada waktu yang berbeda dengan pengajar memberikan pelatihan. Pelatihan ini lebih populer di dunia E-Learning karena memberikan keuntungan lebih bagi peserta pelatihan yaitu dapat mengakses pelatihan kapanpun dan dimanapun. Pelatihan berupa paket pelajaran yang dapat dijalankan di komputer manapun dan tidak melibatkan interaksi dengan pengajar atau pelajar lain pada waktu bersamaan. Oleh karena itu pelajar
dapat memulai pelajaran dan menyelesaikannya setiap saat. Paket pelajaran berbentuk bacaan dengan animasi, simulasi, permainan edukatif, maupun latihan atau tes dengan jawabannya. Pelatihan asynchronous yang terpimpin memungkinkan pengajar memberikan materi pelajaran lewat Internet dan peserta pelatihan mengakses materi pada waktu yang berlainan. Pengajar dapat pula memberikan tugas atau latihan dan peserta mengumpulkan tugas lewat e-mail. Peserta dapat berdiskusi atau berkomentar dan bertanya melalui media diskusi.

Keuntungan dan Keterbatasan E-Learning
Sebelum menerapkan E-Leaning pada organisasi perusahaan atau pendidikan, perlu dipahami terlebih dahulu kelebihan dan kekurangan yang dimiliki E-Learning itu sendiri agar
penerapannya sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai. Menurut Effendi dan Zhuang (2005)
keuntungan dan keterbatasan E-Learning diantaranya :

1. Keuntungan E-Learning
E-Learning dapat diterima dan diadopsi dengan cepat karena pengguna termotivasi dengan keuntungannya. Adapun kelebihanyang ditawarkan E-Learning antara lain :a. Biaya Kelebihan pertama E-Learning adalah mampu mengurangi biaya pelatihan. Organisasi perusahaan atau pendidikandapat menghemat biaya karena tidakperlu mengeluarkan dana untuk peralatan kelas seperti penyediaan papan tulis, proyektor dan alat tulis.
B. Fleksibilitas Waktu E-Learning membuat pelajar dapat menyesuaikan waktu belajar, karena dapat mengakses pelajaran di Internet kapanpun sesuai dengan waktu yang diinginkan.
C. Fleksibilitas tempat adanya E-Learning membuat pelajar dapat mengakses materi pelajaran dimana saja, selama komputer terhubung dengan jaringan Internet.
D. Fleksibilitas kecepatan pembelajaran E-Learning dapat disesuaikan dengan kecepatan belajar masing-masing siswa.
E. Efektivitas pengajaran E-Learning merupakan teknologi baru, oleh karena itu pelajar   dapat tertarik untuk mencobanya sehingga jumlah peserta dapat meningkat. E-Learning yang didesain dengan instructional design mutahir membuat pelajar lebih mengerti isi pelajaran.
F. Ketersediaan On-demand E-Learning dapat sewaktu-waktu diakses dari berbagai tempat yang terjangkau Internet, maka dapat dianggap sebagai “buku saku” yang membantu menyelesaikan tugas atau pekerjaan setiap saat.

2. Keterbatasan E-Learning
E-Learning menawarkan banyak keuntungan bagi organisasi, namun praktik ini juga memiliki beberapa keterbatasan, diantaranya
A. Budaya Pengguna E-Learning menunutut budaya self-learning, dimana seseorang
memotivasi diri sendiri agar mau belajar. Sebaliknya, pada sebagian besar penduduk di Indonesia, motivasi belajar lebih banyak tergantung pada pengajar.
Pada E-Learning 100% energi dari pelajar, oleh karena itu, beberapa orang
masih merasa segan berpindah dari pelatihan di kelas ke pelatihan ELearning.
B. Investasi Walaupun E-Learning menghemat banyak biaya, tetapi suatu organisasi
harus mengeluarkan investasi awal cukup besar untuk mengimplementasikan E-Learning.Investasi dapat berupa biaya desain dan pembuatan program learning
management system, paket pelajarandan biaya lain, seperti promosi.
C. Teknologi Karena teknologi yang digunakan beragam, ada kemungkinan teknologi
tersebut tidak sejalan dengan yang rancang Bangun Aplikasi Elearning (Erma Susanti) 55
sudah ada dan terjadi konflik teknologi sehingga E-Learning tidak berjalan baik.
D. Infrastruktur Internet belum terjangkau semua kota di
Indonesia. Akibatnya belum semua orang atau wilayah dapat merasakan ELearning
dengan Internet.
E. Materi Walaupun E-Learning menawarkan berbagai fungsi, ada beberapa materi
yang tidak dapat diajarkan melalui ELearning. Pelatihan yang memerlukan
banyak kegiatan fisik, seperti praktek perakitan hardware, sulit disampaikan secara sempurna.

Konsep E-Learning
Konsep E-Learning adalah penyediaan kelas-kelas baru setara dengan kelas konvensional
di lembaga pendidikan yang selama ini ada. Oleh karena itu, pembangunan sebuah lembaga pendidikan virtual seperti E-Learning ini haruslah memberikan hasil yang kurang lebih sama dengan cita-cita untuk mendirikan sebuah lembaga pendidikan konvensional. Intinya, sistem E-Learning ini diadaptasikan dari sistem yang ada di lembaga pendidikan konvensional ke dalam sebuah sistem digital melalui Internet. Sebagai sebuah hasil pencangkokan dari benih sistem pendidikan induk yang sama, juga mewarisi sifat-sifat dan sistem yang dilakukan oleh induknya. Salah satu contoh yang paling nyata adalah proses belajar-mengajar. Seorang pengajar akan memberikan materinya kepada para siswa yang ada di berbagai tempat dengan dihubungkan oleh Internet. Metode ini kurang lebih sama dengan proses belajar-mengajar yang ada di sekolah konvensional. Dari sifat tersebut,
jelaslah bahwa pengembangan teknologi E-Learning harus didasarkan pada sifat dan karakter asli dari sistem pendidikan yang telah ada (Purbo dan Hartanto, 2002). Dari sisi teknologi, sistem yang paling disukai adalah sistem yang sederhana, menarik, dan mudah untuk digunakan. Dalam hal ini, perencanaan sistem E-Learning yang baik haruslah dapat menarikpengguna dengan menampilkan desain antarmuka yang interaktif, sehingga membantu pengguna untuk betah berada dalam kelas virtual tersebut
(Natakusumah, 2002).


Pembahasan Program
Sistem E-Learning yang dikembangkan merupakan sistem pendidikan virtual berbasis web yang mempunyai tujuan utama untuk membantu proses kegiatan belajar-mengajar.
Halaman Depan
Langkah awal menggunakan elearning adalah dengan memasukan hak akses yang
dibedakan antara hak dosen dan hak mahasiswa. Hak akses dosen diantaranya melakukan
proses upload materi kuliah atau tugas sesuai dengan mata kuliah yang diajar, sedangkan hak mahasiswa hanya dapat mendonload materi ataupun tugas yang sesuai dengan mata kuliah yang ditempuh.


Gambar 2 Halaman Depan
 Halaman Daftar Mata Kuliah
Baik dosen maupun mahasiswa dalam proses interakasi dengan elearning hanya dapat mengakses sesuai dengan materi yang diampu dosen atau mata kuliah yang diambil mahasiswa. Materi diluar KRS mahasiswa tidak bisa di download mahasiswa.

      Gambar 3 Halaman Daftar Mata kuliah

Halaman Upload
Halaman ini digunakan untuk dosen untuk mengupload materi perkuliahan.

Gambar 4 Halaman upload
Halaman Download
Halaman ini digunakan untuk mahasiswa untuk mendowload materi perkuliahan.


Gambar 5 Halaman download

Materi Konten
Hal yang terpenting dalam elearning adalah peranan dosen dalam mengupload materi kuliah. Materi kuliah yang dapat di upload dapat berupa.
teks, file PDF, powerpoint maupun materi-materi lain yang dikemas dalam bentuk multimedia. Materi yang diupload harus dibuat menarik dan mahasiswa diharapkan dapat memahami materi yang didownload.

DAFTAR PUSTAKA
Effendi, E, Zhuang, H, 2005, e-learning, Konsep dan Aplikasi, Andi Offset, Yogyakarta
Fathansyah, 1999, Basis Data, Informatika, BandungHadiana, A, Djaelani, E, Perkembangan Teknologi Informasi di Indonesia, Pusat Penelitian
informatika – LIPI Bandung, http://www.informatika.lipi.go.id/jurnal/sistempendukung-
e-Learning-di-web Hadiana, Ana ,Sistem Pendukung e-Learning di
Web, Pusat Penelitian Informatika LIPI Jogiyanto HM, 1989, Analisis & Disain Sistem
Informasi:Pendekatan Terstruktur Teori dan Praktek Aplikasi Bisnis, Yogyakarta:Andi
Kadir Abdul, 2003, Dasar Pemprograman WebDinamis Menggunakan Php, Yogyakarta: AndiMcGinn Sheila, 2003, Macromedia Dreamweaver Mx 2004, Sanfrancisco: Macromedia, Inc