Minggu, 03 Januari 2016

TUGAS JURNAL PENULISAN ILMIAH



RANCANG BANGUN APLIKASI E-LEARNING

Aditya Dwi Nugraha
30114293
Menejement Informatika, Fakultas Ilmu Komputer
Sistem Informasi Menejemen 1

ABSTRAK
Proses belajar mengajar saat ini, tidak hanya mengandalkan perkuliahan yang diselenggarakan di kelas tetap juga menggunakan media yang lain. . Media ICT dapat digunakan sebagai salah satu bentuk penyebaran materi perkuliahan. E-Learning sangat potensial untuk membuat proses belajar lebih efektif sebab peluang mahasiswa untuk berinteraksi dengan guru, teman, maupun bahan belajarnya terbuka lebih luas. Mahasiswa dapat mengakses bahan kuliah melalui media Internet. Manfaat lain dengan adanya E-Learning adalah adanya forum yang dapat dipakai sebagai sarana diskusi antara mahasiswa dengan dosen.

PENDAHULUAN
Seiring dengan perkembangan TeknologiInformasi (TI) yang semakin pesat, kebutuhan akan suatu konsep dan mekanisme belajar mengajar(pendidikan) berbasis TI menjadi tidak terelakkanlagi. Konsep yang kemudian terkenal dengan sebutan e-Learning ini membawa pengaruh terjadinya proses transformasi pendidikan konvensional ke dalam bentuk digital, baik secara isi (contents) dan sistemnya. Saat ini konsep e-Learning sudah banyak diterima oleh masyarakat dunia, terbukti dengan maraknya implementasi e-Learning di lembaga pendidikan (sekolah, training dan universitas) maupun industri (Cisco System, IBM, HP, Oracle, dsb). Elektronik atau belajar dengan bantuan komputer sudah ada sejak 1970. Dengan menggunakan monitor layar hijau melalui sebuah komputer mainframe berkecepatan rendah, tetapi apakah metode tersebut dapat dikatakan sebagai e-Learning. Tentu saja hal tersebut bukan merupakan jawaban yang tepat mengenai e-Learning. Tanpa definisi yang jelas mengenai e-Learning, sangatlah sulit memutuskan benar atau tidak untuk disebut sebagai e-Learning.

LANDASAN TEORI
Pengertian E-Learning
Di dunia pendidikan dan pelatihan sekarang, banyak sekali praktik yang disebut E-Learning. Sampai saat ini pemakaian kata E-Learning sering digunakan untuk menyatakan semua kegiatan pendidikan yang menggunakan media komputer dan Internet. Banyak pula terminologi lain yang mempunyai arti hampir sama dengan E-Learning, diantaranya : Web based training, online learning, computer-based training/ learning, distance learning, computer-aided instruction, dan lainnya. Terminologi E-Learning sendiri dapat mengacu pada semua kegiatan pelatihan yang menggunakan media elektronik atau teknologi informasi (Effendi dan Zhuang, 2005). Karena ada bermacam penggunaan Elearning saat ini, maka ada pembagian atau pembedaan E-Learning. Pada dasarnya, E-Learning mempunyai dua tipe, adalah synchronous dan asynchronous (Hadiana dan Djaelani, 2003).

1. Synchronous Training
Synchronous berarti “pada waktu yang sama”. Jadi, synchronous training adalah tipe pelatihan dimana proses pembelajaran terjadi pada saat yang sama ketika pengajar sedang mengajar dan murid sedang belajar. Hal tersebut memungkinkan interaksi langsung antara pengajar dan murid, baik melalui Internet maupun Intranet. Pelatihan E-Learning synchronous lebih banyak adalah digunakan seminar atau konferensi yang sering pula dinamakan web conference atau webinar (web seminar) dan sering digunakan di kelas atau kuliah universitas online. Synchronous training mengharuskan guru dan semua murid mengakses Internet secara bersamaan. Jurnal Teknologi, 54 Vol. 1, No. 1, 2008: 53-57
Pengajar memberikan makalah dengan slide presentasi melalui hubungan Internet. Murid dapat mengajukan pertanyaan atau komentar melalui chat window. Jadi, synchronous training sifatnya mirip pelatihan di ruang kelas. Namun, kelasnya bersifat maya (virtual) dan peserta tersebar di seluruh dunia dan terhubung melaui Internet. Oleh karena itu, synchronous training sering juga dinamakan virtual classroom.

2. Asynchronous Training
Asynchronous berarti “tidak pada waktu yang bersamaan”. Jadi seseorang dapat mengambil
pelatihan pada waktu yang berbeda dengan pengajar memberikan pelatihan. Pelatihan ini lebih populer di dunia E-Learning karena memberikan keuntungan lebih bagi peserta pelatihan yaitu dapat mengakses pelatihan kapanpun dan dimanapun. Pelatihan berupa paket pelajaran yang dapat dijalankan di komputer manapun dan tidak melibatkan interaksi dengan pengajar atau pelajar lain pada waktu bersamaan. Oleh karena itu pelajar
dapat memulai pelajaran dan menyelesaikannya setiap saat. Paket pelajaran berbentuk bacaan dengan animasi, simulasi, permainan edukatif, maupun latihan atau tes dengan jawabannya. Pelatihan asynchronous yang terpimpin memungkinkan pengajar memberikan materi pelajaran lewat Internet dan peserta pelatihan mengakses materi pada waktu yang berlainan. Pengajar dapat pula memberikan tugas atau latihan dan peserta mengumpulkan tugas lewat e-mail. Peserta dapat berdiskusi atau berkomentar dan bertanya melalui media diskusi.

Keuntungan dan Keterbatasan E-Learning
Sebelum menerapkan E-Leaning pada organisasi perusahaan atau pendidikan, perlu dipahami terlebih dahulu kelebihan dan kekurangan yang dimiliki E-Learning itu sendiri agar
penerapannya sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai. Menurut Effendi dan Zhuang (2005)
keuntungan dan keterbatasan E-Learning diantaranya :

1. Keuntungan E-Learning
E-Learning dapat diterima dan diadopsi dengan cepat karena pengguna termotivasi dengan keuntungannya. Adapun kelebihanyang ditawarkan E-Learning antara lain :a. Biaya Kelebihan pertama E-Learning adalah mampu mengurangi biaya pelatihan. Organisasi perusahaan atau pendidikandapat menghemat biaya karena tidakperlu mengeluarkan dana untuk peralatan kelas seperti penyediaan papan tulis, proyektor dan alat tulis.
B. Fleksibilitas Waktu E-Learning membuat pelajar dapat menyesuaikan waktu belajar, karena dapat mengakses pelajaran di Internet kapanpun sesuai dengan waktu yang diinginkan.
C. Fleksibilitas tempat adanya E-Learning membuat pelajar dapat mengakses materi pelajaran dimana saja, selama komputer terhubung dengan jaringan Internet.
D. Fleksibilitas kecepatan pembelajaran E-Learning dapat disesuaikan dengan kecepatan belajar masing-masing siswa.
E. Efektivitas pengajaran E-Learning merupakan teknologi baru, oleh karena itu pelajar   dapat tertarik untuk mencobanya sehingga jumlah peserta dapat meningkat. E-Learning yang didesain dengan instructional design mutahir membuat pelajar lebih mengerti isi pelajaran.
F. Ketersediaan On-demand E-Learning dapat sewaktu-waktu diakses dari berbagai tempat yang terjangkau Internet, maka dapat dianggap sebagai “buku saku” yang membantu menyelesaikan tugas atau pekerjaan setiap saat.

2. Keterbatasan E-Learning
E-Learning menawarkan banyak keuntungan bagi organisasi, namun praktik ini juga memiliki beberapa keterbatasan, diantaranya
A. Budaya Pengguna E-Learning menunutut budaya self-learning, dimana seseorang
memotivasi diri sendiri agar mau belajar. Sebaliknya, pada sebagian besar penduduk di Indonesia, motivasi belajar lebih banyak tergantung pada pengajar.
Pada E-Learning 100% energi dari pelajar, oleh karena itu, beberapa orang
masih merasa segan berpindah dari pelatihan di kelas ke pelatihan ELearning.
B. Investasi Walaupun E-Learning menghemat banyak biaya, tetapi suatu organisasi
harus mengeluarkan investasi awal cukup besar untuk mengimplementasikan E-Learning.Investasi dapat berupa biaya desain dan pembuatan program learning
management system, paket pelajarandan biaya lain, seperti promosi.
C. Teknologi Karena teknologi yang digunakan beragam, ada kemungkinan teknologi
tersebut tidak sejalan dengan yang rancang Bangun Aplikasi Elearning (Erma Susanti) 55
sudah ada dan terjadi konflik teknologi sehingga E-Learning tidak berjalan baik.
D. Infrastruktur Internet belum terjangkau semua kota di
Indonesia. Akibatnya belum semua orang atau wilayah dapat merasakan ELearning
dengan Internet.
E. Materi Walaupun E-Learning menawarkan berbagai fungsi, ada beberapa materi
yang tidak dapat diajarkan melalui ELearning. Pelatihan yang memerlukan
banyak kegiatan fisik, seperti praktek perakitan hardware, sulit disampaikan secara sempurna.

Konsep E-Learning
Konsep E-Learning adalah penyediaan kelas-kelas baru setara dengan kelas konvensional
di lembaga pendidikan yang selama ini ada. Oleh karena itu, pembangunan sebuah lembaga pendidikan virtual seperti E-Learning ini haruslah memberikan hasil yang kurang lebih sama dengan cita-cita untuk mendirikan sebuah lembaga pendidikan konvensional. Intinya, sistem E-Learning ini diadaptasikan dari sistem yang ada di lembaga pendidikan konvensional ke dalam sebuah sistem digital melalui Internet. Sebagai sebuah hasil pencangkokan dari benih sistem pendidikan induk yang sama, juga mewarisi sifat-sifat dan sistem yang dilakukan oleh induknya. Salah satu contoh yang paling nyata adalah proses belajar-mengajar. Seorang pengajar akan memberikan materinya kepada para siswa yang ada di berbagai tempat dengan dihubungkan oleh Internet. Metode ini kurang lebih sama dengan proses belajar-mengajar yang ada di sekolah konvensional. Dari sifat tersebut,
jelaslah bahwa pengembangan teknologi E-Learning harus didasarkan pada sifat dan karakter asli dari sistem pendidikan yang telah ada (Purbo dan Hartanto, 2002). Dari sisi teknologi, sistem yang paling disukai adalah sistem yang sederhana, menarik, dan mudah untuk digunakan. Dalam hal ini, perencanaan sistem E-Learning yang baik haruslah dapat menarikpengguna dengan menampilkan desain antarmuka yang interaktif, sehingga membantu pengguna untuk betah berada dalam kelas virtual tersebut
(Natakusumah, 2002).


Pembahasan Program
Sistem E-Learning yang dikembangkan merupakan sistem pendidikan virtual berbasis web yang mempunyai tujuan utama untuk membantu proses kegiatan belajar-mengajar.
Halaman Depan
Langkah awal menggunakan elearning adalah dengan memasukan hak akses yang
dibedakan antara hak dosen dan hak mahasiswa. Hak akses dosen diantaranya melakukan
proses upload materi kuliah atau tugas sesuai dengan mata kuliah yang diajar, sedangkan hak mahasiswa hanya dapat mendonload materi ataupun tugas yang sesuai dengan mata kuliah yang ditempuh.


Gambar 2 Halaman Depan
 Halaman Daftar Mata Kuliah
Baik dosen maupun mahasiswa dalam proses interakasi dengan elearning hanya dapat mengakses sesuai dengan materi yang diampu dosen atau mata kuliah yang diambil mahasiswa. Materi diluar KRS mahasiswa tidak bisa di download mahasiswa.

      Gambar 3 Halaman Daftar Mata kuliah

Halaman Upload
Halaman ini digunakan untuk dosen untuk mengupload materi perkuliahan.

Gambar 4 Halaman upload
Halaman Download
Halaman ini digunakan untuk mahasiswa untuk mendowload materi perkuliahan.


Gambar 5 Halaman download

Materi Konten
Hal yang terpenting dalam elearning adalah peranan dosen dalam mengupload materi kuliah. Materi kuliah yang dapat di upload dapat berupa.
teks, file PDF, powerpoint maupun materi-materi lain yang dikemas dalam bentuk multimedia. Materi yang diupload harus dibuat menarik dan mahasiswa diharapkan dapat memahami materi yang didownload.

DAFTAR PUSTAKA
Effendi, E, Zhuang, H, 2005, e-learning, Konsep dan Aplikasi, Andi Offset, Yogyakarta
Fathansyah, 1999, Basis Data, Informatika, BandungHadiana, A, Djaelani, E, Perkembangan Teknologi Informasi di Indonesia, Pusat Penelitian
informatika – LIPI Bandung, http://www.informatika.lipi.go.id/jurnal/sistempendukung-
e-Learning-di-web Hadiana, Ana ,Sistem Pendukung e-Learning di
Web, Pusat Penelitian Informatika LIPI Jogiyanto HM, 1989, Analisis & Disain Sistem
Informasi:Pendekatan Terstruktur Teori dan Praktek Aplikasi Bisnis, Yogyakarta:Andi
Kadir Abdul, 2003, Dasar Pemprograman WebDinamis Menggunakan Php, Yogyakarta: AndiMcGinn Sheila, 2003, Macromedia Dreamweaver Mx 2004, Sanfrancisco: Macromedia, Inc




 


Jumat, 04 Desember 2015

T3_30114293 (ADITYA DWI NUGRAHA)



1.     Sebutkan macam-macam pemrosesan data & jelaskan???
Jawaban :
-                       Pemrosesan data batch
Pemrosesan data batch adalah suatu model pengolahan data, dengan menghimpun data terlebih dahulu, dan diatur pengelompokkan datanya dalam kelompok-kelompok yang disebut batch. Tiap batch ditandai dengan identitas tertentu, serta informasi mengenai data-data yang terdapat dalam batch tersebut.
-                       Pemrosesan data online
Pemrosesan data online adalah sebuah sistem yang mengaktifkan semua periferal sebagai pemasok data, dalam kendali komputer induk. Informasi-informasi yang muncul merupakan refleksi dari kondisi data yang paling mutakhir, karena setiap perkembangan data baru akan terus diupdatekan ke data induk. Salah satu contoh penggunaan pemrosesan data online adalah transaksi online.
-                       Real time system
Real time system atau juga disebut Sistem waktu nyata. Sistem yang harus menghasilkan respon yang tepat dalam batas waktu yang telah ditentukan. Jika respon komputer melewati batas waktu tersebut, maka terjadi degradasi performansi atau kegagalan sistem. Sebuah Real time system adalah sistem yang kebenarannya secara logis didasarkan pada kebenaran hasil-hasil keluaran sistem dan ketepatan waktu hasil-hasil tersebut dikeluarkan.

2.     Jelaskan peralatan alat input , output, software dalam memecahkan masalah!!
Jawaban :
-               Menjaga kesalahan input seminimal mungkin
-               Pencegahan dari suatu kesalahan
-               Pendeteksi dari suatu kesalahan
-               Pengkoreksi dari suatu kedsalahan
semua alat input dan output dapat berkontribusi pada pemecahan masalah baik secara langsung dan tidak langsung. Contoh: keyboard , display monitor, printer dan plotter (berperan langsung),  source data automation device, microfilm (berperan tidak langsung).
Seperti halnya perangkat keras, perangkat lunak dapat juga berperan langsung atau tidak langsung. Contoh: sistem operasi (berperan tidak langsung), aplikasi bisnis umum dan industri (berperan tidak langsung), sebagian perangkat lunak aplikasi peningkatan produktivitas organisasi perorangan (berperan tidak langsung), spreadsheet, analisis statistik dan perkiraan, manajemen proyek (berperan langsung).
3.     A. Apa pengertian dari topologi jaringan!!
Jawaban  :
            Pengertian topologi jaringan adalah suatu tehnik untuk menghubungkan komputer yang satu dengan komputer lainnya yang merangkai menjadi sebuah jaringan, dimana penggunaan topologi jaringan didasarkan pada biaya, kecepatan akses data, ukuran maupun tingkat konektivitas yang akan mempengaruhi kualitas maupun efiensi suatu jaringan.      

      3.  B. Sebutkan keuntungan dan kerugian dari 3 tipe topologi jaringan.
Jawaban :
KELEBIHAN DAN KEKURANGAN TOPOLOGI BUS
Kelebihan/Keuntungan Topologi Bus
  • Jarak LAN yang terbatas
  • Tidak memerlukan pengendali pusat
  • Biaya yang relatif murah dikarenakan penggunaan kabel relatif sedikit
  • Kecepatan pengiriman yang tinggi
Kekurangan/Kelemahan Topologi Bus
  • Diperlukan repeater untuk memperkuat jaringan
  • Sulit mendeteksi adanya kerusakan atau gangguan
  •  Dapat melumpuhkan jaringan jika kabel pusat rusak
  •  Biasanya terjadi tabrakan data
  •  Dapat mengalami kemacetan jika pengiriman dan penerimaan padat
KELEBIHAN DAN KEKURANGAN DARI TOPOLOG
Kelebihan/Keuntungan Topolog
·         Lebih murah
·         Tidak diperlukannya host
·         Kecepatan dalam pengirimannya yang tinggi
·         Mudah dalam perancangan
·         Pengaksesan data yang optimal
·         Penggunaan kabel yang sedikit
·         Komunikasi antar terminal mudah
·         Mampu melayani traffic yang padat

Kekurangan/Kelemahan Topologi Ring
·         Pengiriman suara, video, dan data yang buruk
·         Kerusakan pada salah satu komputer dapat menyebabkan jaringan lumpuh
·         Memerlukan penanganan dan pengelolaan khusus bandles

KELEBIHAN DAN KEKURANGAN TOPOLOGI TREE (POHON)
Kelebihan/Keuntungan Topologi Tree
·         Mudah mengembangkan menjadi jaringan luas
·         Mudahnya mendeteksi kerusakan atau kesalaahan
·         Manajemen data yang baik
Kekurangan/Kelemahan Topologi Tree
·         Kinerja yang lambat
·         Hub menjadi peran penting
·         Menggunakan biaya yang banyak karena menggunakan banyak kabel dan hub
·         Jika komputer yang ada di tingkat tinggi mengalami masalah, maka komputer yang dibawahnya juga mengalami masalah.

4.      A. Apa yang anda ketahui tentang file, sebutkan & jelaskan tipe file.

Jawaban :
            File adalah kumpulan berbagai informasi yang berhubungan dan juga tersimpan di dalam secondary storage, secara konsep file memiliki beberapa tipe ada yang bertipe Data terdiri dari numeric, character dan binary.
          File Induk (master file)
File induk merupakan file yang terpenting pada suatu system. Sebuah file induk merupakan file yang digunakan untuk menyelesaikan tugas pokok tertentu dan dipelihara secara teratur.
Contoh :System akademik memerlukan file induk yang mencatat data mahasiswa dan data matakuliah.
Ada 2 jenis tipe File Induk (master file)
  1. File Induk Acuan (reference master file)
    yaitu file yang berisi record yang tak berubah / jarang berubah.
    Contoh : file mahasiswa yang berisi field nim, nama, alamat, dll
  1. File Induk Dinamik (dynamic master file)
    yaitu file yang berisi record yang terus-menerus berubah dalam kurun waktu tertentu atau berdasarkan suatu peristiwa transaksi.
    Contoh : berkas stok barang, dll.
          File Transaksi (transaction file atau file input)
Yaitu file yang berisi informasi yang digunakan untuk memperbaharui file Master. Sehingga dengan adanya file transaksi ini, file master dapat berubah sesuai dengan informasi yang ada di file transaksi tersebut.
Contoh : Misalnya file penjualan yang berisi data hasil transaksi penjualan.
          File Laporan (report file / File Output)
Yaitu file yang berisi data yang dibuat untuk laporan atau keperluan user, file ini hanya bisa dicetak pada kertas printer atau hanya ditampilkan di layar monitor.
         File Sejarah (history file)
Yaitu file yang menyimpan data yang telah disimpan dalam bentuk suatu periode waktu tertentu yang telah lampau, biasanya digunakan untuk menyusun laporan yang bersifat tetap. Macam-macam file berdasarkan cara organisasinya, dibagi menjadi 2 jenis :
  1. File Sequensial
    yaitu file dimana dalam rangkaian fisik data yang satu dengan yang lainnya diakses berurutan sesuai dengan data secara fisik yang telah ditentukan sebelumnya.
  2. File Random
    yaitu file dimana dalam metode pengaksesannya dilakukan secara acak dan bebas tak berpengaruh pada urutan data tertentu.
          File Arsip (archival file)
File Pelindung (backup file)
Yaitu salinan dari file-file yang masih aktif di dalam database pada suatu saat tertentu. File ini digunakan sebagai pelindung.
          Work File
Yaitu file sementara dari system yang merupakan alat untuk melewatkan data yang dibuat oleh program ke program lain. Dalam hal ini adalah proses perubahan file master dengan menggunkan file transaksi sebagai file pengganti atau perubahnya.
          Program File
Yaitu file yang berisi intruksi-intruksi untuk memproses data yang akan disimpan pada file lain atau pada memori utama. Intruksi-intruksi tersebut ditulis dengan menggunakan bahasa pemrograman seperti BASIC, COBOL, FORTRAN, bahasa assembler dan lain sebagainya.
          Teks File
Yaitu file yang berisi input data alphanumeric dan grafik yang digunakan oleh sebuah teks editor program. Teks File ini hanya dapat diproses dengan menggunkanan teks editor.
          Dump File
Yaitu file yang digunakan untuk tujuan pengamanan (Security), mencatat tentang kegiatan pengUpdatetan, sekumpulan transaksi yang telah diproses atau sebuah program yang mengalami kekeliruan. Dump File merupakan jenis file yang bersifat sementara.
          Library File
Yaitu file yang digunakan untuk penyimpanan program aplikasi, program utilitas atau program lainnya. File ini bersifat tetap yang merupakan file sempurnanya dari dump file. Itulah perbedaan antara dump file dengan library file, dimana dump file hanya file sementara yang masih dalam proses perbaikan atau pengembangan sedangkan file library merupakan file finishing dari dump file.

4.  B. Bagaiman sistem pengorganisasian database tradiasional berproses!

Jawaban :
                        Sistem pengorganisasian database masih terpisah-pisah antara database satu dengan database lainnya, sehingga banyak akibat negative yang ditimbulkan, antara lain :
  1. Redudansi atau duplikasi data. Menyebabkan informasi menjadi kurang akurat, bahkan terjadi perbedaan karena data yang satu sudah di perbaharui sementara duplikatnya belum.
  2. Ketergantungan terhadap program aplikasi tertentu yang di gunakan untuk mengolah masing-masing database yang di bangun.
  3. Ketergantungan terhadap program aplikasi tertentu yang menyebabkan SI yang terbentuk menjadi kurang fleksibel.
  4. Keterpisahan database satu dengan lainnya mengakibatkan tingkat keamanan data menjadi rendah.

5.     Jelaskan tiga tingkat representasi data & jelaskan!!!
Jawaban :
            Tiga tingkat representasi data:
  1. Level penyajian penampakan, representasi hasil pengolahan database menggunakan SI dalam format yang mudah di pahami oleh pemakai.
  2. Level konseptual, memperlihatkan file-file data yang dibuat dan hubungannya satu sama lain dalam sebuah lingkungan database.
  3. Level fisik, tahap terendah dari abstraksi data yang memperlihatkan struktur dan jenis data serta bagaimana data tersebut disimpan dan diorganisasikan dalam media penyimpanan.