Jumat, 03 Juni 2016

KRONOLOGI PENYANDRAAN 10 WNI OLEH ABU SAYYAF





Kronologi Penyandraan pada tanggal :

Tanggal 26 Maret 2016

Penyanderaan terhadap 10 WNI itu bermula saat mereka sedang berlayar dari Sungai Puting, Kalimantan Selatan menuju ke Batangas, Filipina selatan. Diketahui terjadi pembajakan terhadap kapal tunda Brahma 12 dan kapal tongkang Anand 12 pada 28 Maret 2016. Kapal tersebut membawa 7.000 ton batubara dan 10 orang awak kapal berkewarganegaraan Indonesia.

Saat dibajak kedua kapal dalam perjalanan dari Sungai Puting (Kalsel) menuju Batangas (Fililina Selatan). Tidak diketahui persis kapan kapal dibajak.

Pihak pemilik kapal baru mengetahui terjadi pembajakan pada tanggal 26 Maret 2016, pada saat menerima telepon dari seseorang yang mengaku dari kelompok Abu Sayyaf.

Kapal Brahma 12 sudah dilepaskan dan saat ini sudah di tangan otoritas Filipina. Sementara itu kapal Anand 12 dan 10 orang awak kapal masih berada di tangan pembajak, namun belum diketahui persis posisinya.

Dalam komunikasi melalui telepon kepada perusahaan pemilik kapal, pembajak/penyandera menyampaikan tuntutan sejumlah uang tebusan. Sejak tanggal 26 Maret, pihak pembajak sudah 2 kali menghubungi pemilik kapal.

Kemungkinan awal pembajakan kapal terjadi antara tanggal 25-26 Maret 2016 dan kemudian para kelompok pembajak menghubungi pihak perusahaan pemilik kapal pada tanggal 26 Maret 2016 dan meminta sejumlah uang tebusan untuk para sandera.

Tanggal 28 Maret 2016

Jakarta, Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia tengah mencari informasi terkait kabar pembajakan terhadap kapal Indonesia di perairan Filipina. Pembajak diduga berasal dari kelompok Abu Sayyaf, jaringan Islam militan yang berbasis di pulau-pulau barat daya Filipina.

“Kami sedang mengonfirmasi dan mengumpulkan informasi lebih lanjut,” kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI Arrmanatha Nasir ketika dihubungi CNN Indonesia.com, Senin malam (28/3).

Kabarnya kelompok Abu sayyaf telah meminta sejumlah uang tebusan untuk para sandera sebesar 14 milliar.

Tanggal 31 Maret 2016

Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Mulyono menegaskan, anggota Kopassus sudah siap bergerak kapan pun untuk membebaskan 14 WNI yang disandera kelompok Abu Sayyaf. Kopassus sudah siaga dalam menyiapkan pasukan pembebasan sandera, dan tinggal menunggu komando untuk melaksanakan operasi pembebasan tersebut.

Tawaran bantuan militer Indonesia yang sekarang sudah menyiagakan armada tempur di Tarakan serta Bitung, ditolak secara halus.

"Berdasarkan konstitusi, negara kami tidak mengizinkan adanya pasukan asing tanpa perjanjian khusus," kata juru bicara AFP, Brigadir Jenderal Restituto Padilla saat dihubungi wartawan kemarin.

Tanggal 15 April 2016

Pada saat itu terdapat dua kapal berbendera Indonesia dibajak di perairan Tawi-Tawi, perbatasan Malaysia - Filipina.

Dua kapal yang menjadi korban pembajakan, yaitu Kapal Tunda TB Henry dan Kapal Tongkang Cristi, yang membawa 10 ABK WNI.

Dari pembajakan itu, seorang WNI berakhir tertembak, lima orang selamat, dan empat orang diculik.
Bertambahlah sandera WNI menjadi 14 orang oleh kelompok Abu sayyaf.

Tanggal 24 April 2016  

Perwakilan militer Indonesia diketahui menemui tokoh Muslim sekaligus pendiri Moro National Liberation Front (MNLF), Nur Misuari, di wilayah Sulu, Filipina, untuk membantu proses pembebasan 14 WNI yang disandera kelompok Abu Sayyaf.

Informasi ini diungkapkan Ketua Dewan Komando Islam MNLF, Habib Mudjahab Hashim kepada tvOne, Minggu, 24 April 2016. Menurutnya, sebagai tokoh yang sangat dihormati di Filipina Selatan, Nur Misuari dinilai bisa menggunakan pengaruhnya pada kelompok militan Abu Sayyaf.

“Seorang pejabat militer Indonesia secara pribadi bertemu dengan Misuari di tempat persembunyian di Sulu. Pertemuan terjadi empat atau lima hari yang lalu, dan difasilitasi pejabat lokal Sulu,” ujar Hasim. Dia pun mengatakan Misuari menyambut positif permintaan pejabat militer yang tidak disebutkan identitasnya tersebut.

Situs News.abs-cbn, menyebutkan Nur Misuari mungkin bisa membujuk kelompok Abu Sayyaf untuk melepaskan beberapa sandera mereka.

Tanggal 1 Mei 2016

Presiden Joko Widodo memastikan 10 WNI yang disandera oleh kelompok Abu Sayyaf Filipina telah dibebaskan dan akan diterbangkan ke Jakarta pada Minggu malam.

Dalam keterangan pers di Istana Bogor, presiden Jokowi mengatakan pembebasan 10 WNI dilakukan atas kerja sama berbagai pihak, terutama pemerintah Filipina.

“Saya ingin menyampaikan terimakasih dan penghargaan kepada semua pihak, kepada seluruh anak bangsa yang membantu upaya pembebasan ini baik yang formal dan informal. Ucapan terimakasih terutama saya tujukan kepada pemerintah Filipina, tanpa kerja sama yang baik, upaya pembebasan tersebut tidak akan membuahkan hasil yang baik,” jelas Jokowi.

Sepuluh orang WNI yang merupakan Anak Buah Kapal (ABK) tunda Brahma 12 dan kapal tongkang Anand 12, yang dirompak milisi Abu Sayyaf di perairan Tawi-tawi, Filipina Selatan, ketika berlayar dari Kalimantan Selatan menuju Filipina, pada 26 Maret lalu.

Tanggal 11 Mei 2016

Presiden Joko Widodo telah mengumumkan bahwa empat sandera WNI telah dibebaskan dari tangan Abu Sayyaf.

Ia mengatakan pembebasan itu atas hasil kerjasama antara Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Filipina. Keadaan 14 sandera WNI itu terus dikabarkan "selamat" oleh Pemerintah Indonesia

Menurut informasi yang diperoleh dari sumber sebagaimana dikutip dari Rappler.com, ke-4 WNI itu diantarkan ke depan halaman rumah Gubernur Sulu, Abdusakur Tan II oleh orang yang tidak dikenal. Setelah itu, ke-4 WNI dibawa ke rumah sakit Bautista Station untuk dilakukan pemeriksaan medis.


STRATEGI NEGARA DALAM PENYLAMATAN DAN PENYELESAIAN :

1. TNI


PENYLAMATAN JALUR MILITER (TNI)

 Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo terus memantau perkembangan kondisi 10 WNI yang disandera kelompok Abu Sayyaf di Filipina. TNI tidak bisa melakukan tindakan sepihak karena kasus ini melibatkan dua negara.

"Kami terus lakukan koordinasi, apa pun yang mereka (Filipina) perlukan kami siap!" tegas Gatot usai menyerahkan SPT Pajak di Mabes TNI Cilangkap, Jaktim, Rabu (30/3/2016).

Gatot menegaskan, prioritas pemerintah RI saat ini adalah menyelamatkan 10 WNI yang disandera. Dia juga dapat informasi dari militer Filipina yang mengabarkan pihak militer sudah mengetahui lokasi yang diduga jadi tempat penyanderaan.

"Seperti disampaikan Menteri Luar Negeri, prioritas kita menyelamatkan warga negara. Kemudian sekarang berdasarkan monitor koordinasi militer Filipina, lokasi ada di negara Filipina, mereka sudah tahu tempat. Setiap saat kordinasi saya menyampaikan apa pun yang diperlukan kami siap, siap bagaimana pun ini urusan saya," ujarnya.

Gatot mengatakan pihaknya memiliki hubungan baik dengan militer Filipina. Dengan begitu, kedua negara akan melakukan koordinasi secara tepat untuk menyelamatkan 10 WNI tersebut.

2. POLITIK 

Jakarta- Pemerintah Indonesia menegaskan akan melawan kelompok separatis asal Filipina Abu Sayyaf yang diduga melakukan penyanderaan terhadap 10 Warga Negara Indonesia (WNI). Hal itu dikatakan Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung ketika ditemui di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (29/3).
Menurut Pramono, terkait upaya pembebasan sandera, Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menginstruksikan langsung kepada Kapolri, Jenderal Badrodin Haiti untuk segera mengambil tindakan dan berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri (Kemlu).
"Penyanderaan terhadap 10 orang, tentunya polisi sedang melakukan koordinasi termasuk dengan kapolda setempat, dibantu dengan TNI. Mudah-mudahan penyanderaan sekaligus permintaan tebusan itu segera terungkap. Tetapi yang jelas bahwa pemerintah dalam hal ini atau negara tidak boleh takut terhadap perampok. Artinya kita akan hadapi itu," kata Pramono.
Bahkan, ditegaskannya, Indonesia siap melawan para perompak yang melakukan penyanderaan terhadap 10 WNI karena motif uang. Seperti, yang pernah dilakukan pemerintah terhadap perompak Somalia yang pernah melakukan penyanderaan terhadap WNI. "Apapun telah dilakukan perampokan, penyanderaan, minta tebusan, ya kita lawan," tegas Pramono.
Lebih lanjut, Pramono mengungkapkan upaya pembebasan sandera akan melibatkan Tentara Nasional Indonesia (TNI) karena menyangkut pertahanan negara serta, Kemlu yang bertugas melakukan komunikasi dengan otoritas setempat.
Tunggu Hasil Koordinasi dengan Filipina
Secara terpisah, Kapolri, Jenderal Badrodin Haiti mengatakan telah menerima instruksi dari Presiden Jokowi menyangkut upaya pembebasan 10 WNI yang disandera oleh kelompok separatis Abu Sayyaf.
Namun, lanjut Badrodin, jajarannya masih menunggu hasil koordinasi Kemlu dengan otoritas Filipina sebelum mengambil tindakan. "Kita sudah koordinasi sama Menlu (Menteri Luar Negeri) dan Panglima TNI, itu dikoordinasikan ke pemerintah sana, apakah nanti yang menangani dari otoritas Filipina atau kita. Tetapi ini sekali lagi kita sedang menunggu hasil koordinasi," kata Badrodin yang ditemui usai menghadap presiden, Selasa (29/3).
Hanya saja, Badrodin meluruskan bahwa tindakan yang dimaksud bukan berarti menurunkan pasukan untuk melakukan penyerangan. "Belum sampai ke sana (menurunkan pasukan). Nanti otoritasnya lah. Inikan pasukan untuk apa? Kan sudah ada otoritas sana, maka saya bilang menunggu koordinasi. Kita jangan gegabah," ujarnya.
Lebih lanjut, Badrodin mengatakan posisi para perompak dan sandera sudah diketahui berada di salah satu titik di Filipina. Tetapi, sekali lagi, tindakan belum bisa diambil karena masih menunggu hasil koordinasi dengan otoritas Filipina.
Pendapat anda jika terjadi hal seperti ini di lain waktu ?
Sebaiknya negara ini lebih tertata lagi untuk warga negara Indonesia ini agar tidak sembarang bisa bekerja menjadi TKI/TKW, berjaga jaga juga agar kejadian ini tidak terulang kembali di waktu waktu nanti, tidak semua bisa terselamatkan seperti kejadian sebelumnya.
Begitu juga pemerintah Indonesia kita juga harus bekerja sama dengan beberapa negara di luar sana agar kejadian seperti ini bisa di toleransikan oleh negara luar, memang warga negara kita lumayan cukup banyak tapi kita tidak bisa meninggalkan warga negara begitu saja walau hanya beberapa yang terkena kejadian seperti itu.
Soal komunikasi juga kita tidak harus lepas komunikas, sewaktu waktu ada kejadian seperti ini pemerintah juga bisa langsung bergegas agar mengatur penyelamatan untuk apa saja yang berhubungan seperti kejadian seperti ini.
Untuk Warga negara Indonesia juga harus tau mana yang layak untuk kita bekerja mana yang tidak, di luar sana banyak negara atau warganya bisa saja berbuat jahat kepada warga negara Indonesia, jadi kita juga harus berhati hati agar tidak salah.
Tapi sejauh ini pemerinta menjalankan dengan cukup baik, untuk pemerintah terima kasih untuk saat ini sedang berjalan tanpa beliau kita tidak bisa apa apa agar waga negara kita selamat, terima kasih juga untuk menunjukan kinerjanya sebagai pemerintah sebagai umumnya.
Referensi :


http://news.detik.com/berita/3175684/panglima-tni-apa-yang-filipina-perlukan-kami-siap 

http://www.beritasatu.com/nasional/357356-bebaskan-10-wni-pemerintah-akan-lawan-kelompok-abu-sayyaf.html

Senin, 09 Mei 2016

TUGAS PBO MEMBUAT PROGRAM ENCAPSULATION, POLYMORFHISME, INHERITANCE

1. Aditya dwi Nugraha (30114293)
2. Asep Kurniawan (31114733)
3. Fadhilah Kurniawan (33114748)

Membuat Program Dunia Fauna Dengan Encapsulation, Polymorfhism dan Inheritance

ENCAPSULATION :

1. Kodingan Dari Encapsulation Java


 2.  Kelas Turunan Dari Encapsulation (Hewan)





3. Kelas Turunan Dari Hewan (Anjing)



4. Kelas Turunan Dari Hewan (Kucing)


5. Kelas Turunan Dari Hewan (Burung)



6. Outuput Dari Encapsulation



POLYMORFHISME :

1. Kodingan Dari Polymorfhisme Java 


2. Kelas Turunan Dari Polymorhisme (Hewan)


3. Kelas turunan Dari Hewan (Anjing)


4. Kelas Turunan Dari Hewan (Kucing)


5. Kelas Turunan Dari Hewan (Burung)


6. Output Dari Polymorfhisme




INHERITANCE :

1. Kodingan Dari Inheritance Java


2. Kelas Turunan Dari Inheritance (Hewan)






2. Kelas Turunan Dari Hewan (Anjing)


3. Kelas Turunan Dari Hewan (Kucing)


4. Kelas Turunan Dari Hewan (Burung)


5. Output Dari Inhertitance


Minggu, 24 April 2016

Rabu, 20 April 2016

DEMOKRASI

Apakah sudah ada demokrasi di negara kita?

Komentar saya :

Demokrasi dapat di artikan pemerintah dan kekuasaan oleh rakyat. Perlu kita cermati demokrasi di indonesia ini sangat lah berkembang pesat mau dari pemilihnya, cara memilihnya tapi banyak juga yang menjanjikan ini itu, makin banyak calon makin banyak di adu dari mulai walikota, gubernur, semakin lama semakin di adu.

Seharusnya mereka tidak berpusat juga dengan calon calon pemerintah, coba lah melihat masyarakat yang masih tidak mampu serba kekurang ini, demokrasi kita ini juga punya kelemahan salah satunya tentang pemilihan atau pemilu, pemilu di lakukan setiap 5 tahun sekali oleh karna itu kita tidak boleh menyia nyiakan pemilih pemerintah selanjutnya, tapi bukan itu inti dari pemilihan.

Tentang pengeluaran untuk pemilihan itu perlu banyak biaya yang di keluarkan untuk pemilihan pemerinta yang baru, di sisi lain ada kelemahan yang sangat di sayangkan kepada calon calon pemerintah, banyak sekali calon calon yang bersaing tidak sehat seperti memberi uang kepada masyarakat agar di pilih, sangat di sayang kan sekali kalau calon bermain tidak bersih.

Maka dari itu demokrasi di sisi lain masyarakat harus lebih bisa memilih dengan kebijakan yang memang seharusnya, agar kita tidak menyesal dengan kinerja pemerintah yang selanjutnya, mungkin salah satu dari pemilihan itu ada di mana bagi orang lain itu tidak penting padahal ini sangat lah berharga bagi masyarakat dengan kehidupannya akan bagaimana, seperti apa.


Demokrasi selain pemilu adalah soal unjuk rasa boleh saja melakukan unjuk rasa boleh boleh saja melakukan unjuk rasa tapi lakukan lah sewajar mungkin jangan berlebihan yang tidak di inginkan seperti kejadian yang tidak di inginkan, yang hanya bisa menutut banyak permintaan.

Pertanyaan saya, apa indonesia mau seperti itu terus ke depannya??

Selasa, 19 April 2016

WAWASAN NUSANTARA

Wawasan nusantara?

Wawasan nusantara adalah sebuah cara pandang dan sikap bangsa Indonesia dimulai dari lingkungannya dan mengutamakan persatuan serta kesatuan wilayah dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Wawasan nusantara adalah sikap dan cara pandang warga negara Indonesia yang didasarkan pada UUD 1945 dan Pancasila. Dalam menjalankan wawasan nusantara, diutamakan untuk memenuhi kesatuan wilayah dan menghargai perbedaan yang ada untuk mencapai tujuan nasional. Indonesia adalah negara kepulauan yang memiliki banyak daerah bahkan pulau yang masih belum berpenghuni. Banyaknya suku bangsa dan kebudayaan yang berbeda membuat negara Indonesia kaya dengan beragam asetnya. Perbedaan ini menjadikan Indonesia sebagai negara yang luas dan memiliki banyak keragaman dari ujung Aceh hingga Papua.

Meskipun berbeda, Indonesia bsia bersatu karena memiliki Pancasila dan dan UUD yang bisa menyatukan perbedaan tersebut sehingga sikap bangsa Indonesia bisa menghargai satu sama lain. Dengan begitu kita harus memiliki sikap dengan toleransi yang cukup tinggi dan menghargai setiap perbedaan yang ada.

Aspek Wawasan Nusantara

Berikut ini kami sajikan beberapa aspek wawasan nusantara.
1. Aspek kewilayahan nusantara
Aspek ini memperhatikan daerah, wilayah nusantara dimana Indonesia memiliki kekayaan sumber daya alam dan keanekaragaman jenis flora dan fauna.
2. Aspek sosial budaya
Yang kedua dari aspek wawasan nusantara adalah sosial budaya dimana kita harus menghargai setiap budaya yang berbeda yang dimiliki oelh berbagai daerah di Indonesia. Dengan begitu mencegah adanya konflik intern antar warga negara. Jadi perbedaan yang ada di Indonesia harus menjadi senjata untuk membuat negara ini semakin maju dan bersatu sehingga Indonesia semakin kuat dan kokoh.
Fungsi Wawasan Nusantara
Berikut ini adalah fungsi dari wawasan nusantara.
1. Mampu menjaga konsepsi ketahanan nasional dimana konsep pembangunan nasional, pertahanan kemanan dan kewilayahan.
2. Wawasan pembangunan yang memiliki cakupan politik, kesatuan ekonomi bahkan kesatuan sosial dan politik yang berdampak pada kesatuan pertahanan dan keamanan.
3. Wawasan pertahanan keamanan dimana wawasan nusantara bisa menjaga keutuhan dan kemananan negara yang menjadi kekuatan negara.
4. Dan yang terakhir adalah wawasan wilayah yang berkaitan dengan perbatasan negara.

Berita Online

Budaya Nusantara Benteng RI dari Ancaman Globalisasi

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani mengatakan, semua pihak memiliki tanggung jawab untuk melestarikan budaya Nusantara. Sebab, kata Puan, budaya Nusantara merupakan benteng yang melindungi bangsa Indonesia dari ancaman globalisasi dan modernisasi.
"Kekayaan Nusantara ini harus dapat diwariskan secara turun temurun hingga ke generasi berikutnya, sehingga generasi berikutnya menjadi bagian dari kebudayaan Nusantara," ujar Puan dalam acara Peringatan Puncak HUT ke-40 Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Senin (20/4/2015).
Acara itu dihadiri Direktur Utama TMII Bambang Susanto, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, perwakilan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan jajaran pimpinan PT Pos Indonesia. Dalam kesempatan itu, Puan menandatangani prangko HUT ke-40 TMII. 
Puan mengatakan, TMII merupakan salah satu wahana perlindungan pelestarian budaya bangsa. Menurutnya, TMII merupakan wadah yang dapat merepresentasikan keberagaman budaya bangsa dan media untuk melestarikan dan mengimplementasikan nilai adat dan kebudayaan Indonesia.
Puan mengatakan, pemerintah mengapresiasi keberadaan TMII selama ini dengan menetapkan lembaga tersebut dalam batu prasasti dengan tulisan ”Melestarikan dan Menggelorakan Semangat Bhinneka Tunggal Ika ”.
Oleh karena itu, kata Puan, keberadaan TMII diharapkan dapat mempertebal rasa cinta Tanah Air, memupuk dan membina rasa persatuan dan kesatuan bangsa serta menjunjung tinggi kebudayaan Indonesia.
"Kita semua dapat menggunakan fungsi tradisi dan seni budaya dalam kehidupan masyarakat sebagai media pendidikan, penerangan, hiburan, alat kontrol sosial, serta pemeliharaan nilai dan norma adat dengan tujuan menciptakan kesejahteraan rakyat," ujarnya.
Untuk menciptakan masyarakat yang sejahtera, kata Puan, Indonesia harus berketuhanan, berperikemanusiaan, mempunyai jiwa persatuan, jiwa demokrasi dan selalu menjunjung tinggi musyawarah untuk mencapai mufakat sehingga terwujud rasa Keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia.
Menurut Puan, nilai-nilai Pancasila tersebut perlu diamalkan dengan menciptakan kerukunan antar sesama yang merupakan modal untuk tetap menjaga keutuhan bangsa.
"Kini saatnya kewajiban kita untuk memelihara dan meneruskan perjuangan menuju masa depan masyarakat dan bangsa Indonesia yang bersatu, berdaulat, mandiri, aman dan sejahtera," ujar Puan.
Puan menjelaskan, bangsa Indonesia kerap menghadapi berbagai permasalahan yang dapat mengganggu persatuan dan kesatuan bangsa baik dari dalam maupun dari luar. Tantangan dari dalam negeri, Puan mencontohkan, seperti misalnya munculnya gerakan separatis, terorisme, ancaman-ancaman narkoba, korupsi, kemiskinan, tawuran, dan sikap anarkisme yang mengancam stabilitas keamanan dalam negeri.
Sedangkan tantangan dari luar yang dihadapi bangsa Indonesia, lanjut Puan, seperti misalnya era globalisasi yang mengancam rusaknya adat istiadat budaya bangsa dengan paham materialisme, hedonisme, dan individualisme.
"Di era globalisasi saat ini, masyarakat harus memiliki karakter yang kuat yang dapat membuat dirinya mampu bersaing dengan masyarakat Internasional. Adapun karakter tersebut adalah jati dirinya sendiri yaitu jati diri bangsa Indonesia yang berbudaya, bermartabat dan berjiwa gotong-royong, bukannya bangsa Indonesia yang individualisme," ujar Puan.
Puan mengatakan, Indonesia harus berdaulat di bidang politik, berdikari di bidang ekonomi dan berkepribadian di bidang kebudayaan atau Trisakti dan menjadikannya sebagai landasan operasional guna menghadapi persoalan-persoalan bangsa dan melaksanakan pembangunan bangsa.
"Dengan berdikari di bidang ekonomi, Indonesia harus mewujudkan kemandirian ekonomi dengan sistem yang sesuai dengan pasal 33 UUD 1945. Kedaulatan politik akan memposisikan Indonesia sejajar dengan bangsa-bangsa lain untuk ikut bersama-sama melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan perdamaian abadi dan keadilan sosial," tutur Puan. 
Di samping itu, Puan menambahkan, berkepribadian dalam kebudayaan juga menjadi modal utama untuk menciptakan masyarakat Indonesia yang berbudaya, bermartabat serta berdaya saing. Di bidang ini, kata Puan, semua memiliki tanggung jawab untuk tetap melestarikan budaya nusantara agar tidak tergerus oleh ancaman globalisasi dan modernisasi, sehingga kekayaan-kekayaan bangsa tersebut dapat terjamin pemeliharaan dan pelestariannya.
"Manusia Indonesia adalah manusia yang sehat, cerdas, produktif, tidak malas yang mampu bersaing dan bekerja sama dengan bangsa-bangsa lain di dunia. Kekayaan yang terkandung dalam bumi nusantara tidak boleh dimiliki oleh segelintir kelompok saja, melainkan harus dimiliki oleh seluruh masyarakat Indonesia," ujar Puan.
Dalam kesempatan itu, Puan menghimbau seluruh rakyat Indonesia agar tetap bersatu dan tetap menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
"Marilah kita hidup dalam harmoni dan kerukunan di tengah-tengah perbedaan, dengan menjunjung tinggi nilai-nilai integritas, kerja keras dan gorong royong dalam membangun Indonesia menuju negara yang maju, bermartabat dan sejahtera berdasarkan Pancasila dengan tetap berbasis kepada adat dan kebudayaan bangsa," ajak Puan.
Komentar Saya :

Menurut saya budaya indonesia ini banyak yang unik, maka semua nya itu harus di budidayakan turun temurun dari generasi ke generasi lain agar budaya kita tidak hilang atau pun punah, kita sebagai warga indonesia harus bisa melestarikan budaya yang ingin di rusak ini, Kita semua dapat menggunakan fungsi tradisi dan seni budaya dalam kehidupan masyarakat sebagai media pendidikan.

Budidaya bisa kita lestarikan dalan kehiduan sehari hari, karna indonesia semakin lama semakin modern karna berjalannya waktu dan penyesuaian di negara ini, banyak dari sekarang masyarakat yang lupa apa budaya kita, mereka kemakan karna berjalannya jaman ini padahal kalau mereka pada tau ada adat kita yang di curi mereka langsung rame berbondong bondong kalau salah satu adat kita di curi.

Padahal dari kita semua itu banyak yang cuek terhadap apa itu adat kita, apa itu ciri khas dari negara kita, mungkin hanya sebagian orang yang sadar akan adat kita, maka karna itu kita harus melestarikan budidaya kita dan memberi ke generasi ke generasi selanjutnya.

Referensi :


Minggu, 17 April 2016

V-CLASS PERCABANGAN JAVA

Percabangan :





Output :


























TUGAS V-CLASS PEMOGRAMAN BERORIENTASI OBJEK

V-CLASS PBO

INPUTAN KEYBOARD :  SCANNER,BUFFERREADER,GUI
1.       Membuat Class Scanner
Buatlah koddingan seperti di bawah ini.



Ketika di run akan muncul output seperti di bawah ini.



2.       Class BafferReader

Koddingan seperti di bawah ini :






Output Program :




GUI :





OUTPUT :